Sahabat

Tuesday, September 4, 2012

*Yang merinduiMu*


Ya Allah,
di keheningan malam tafakur di kesyahduan
merindui janjiMu Tuhan bantuan di perjuangan
ku titiskan air mata taubat segala dosa
moga terangkat penghijab kalbu antara kau dan aku

Ya Allah Ya Tuhanku
ku sujud pada kudratMu ku serah kan jiwa raga ku pada takdir iradatMu
pimpinlah daku dalam redhaMu
kasihiku dalam rahmatMu 
hanya padaMu aku mengadu Ya Tuhanku

*Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan (wahai umat manusia dan jin)? *


Assalamualaikum =)

Ar-Rahman.png
Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah SWT. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.
Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia.

Maksud Bacaan:

Terjemahan surah ar-Rahman

(dari http://www.iiu.edu.my/deed/quran/malay/)

[1]
(Tuhan) Yang Maha Pemurah serta melimpah-limpah rahmatNya.
[2]
Dia lah yang telah mengajarkan Al-Quran.
[3]
Dia lah yang telah menciptakan manusia; -
[4]
Dia lah yang telah membolehkan manusia (bertutur) memberi dan menerima kenyataan.
[5]
Matahari dan bulan beredar dengan peraturan dan hitungan yang tertentu;
[6]
Dan tumbuh-tumbuhan yang melata serta pohon-pohon kayu-kayan, masing-masing tunduk menurut peraturanNya.
[7]
Dan langit dijadikannya (bumbung) tinggi, serta Ia mengadakan undang-undang dan peraturan neraca keadilan,
[8]
Supaya kamu tidak melampaui batas dalam menjalankan keadilan;
[9]
Dan betulkanlah cara menimbang itu dengan adil, serta janganlah kamu mengurangi barang yang ditimbang.
[10]
Dan bumi pula dijadikannya rata untuk kegunaan manusia dan makhluk-makhlukNya yang lain:
[11]
Terdapat padanya berbagai jenis buah-buahan dan pohon-pohon kurma yang ada kelopak-kelopak mayang;
[12]
Demikian juga terdapat biji-bijian yang ada jerami serta daun, dan terdapat lagi bunga-bungaan yang harum;
[13]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan (wahai umat manusia dan jin)?
[14]
Ia menciptakan manusia (lembaga Adam) dari tanah liat kering seperti tembikar,
[15]
Dan Ia telah menciptakan jin dari lidah api yang menjulang-julang;
[16]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[17]
(Dia lah) Tuhan yang mentadbirkan dua timur, dan Tuhan yang mentadbirkan dua barat.
[18]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[19]
Ia biarkan air dua laut (yang masin dan yang tawar) mengalir, sedang keduanya pula bertemu;
[20]
Di antara keduanya ada penyekat yang memisahkannya, masing-masing tidak melampaui sempadannya;
[21]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[22]
Dari kedua laut itu, keluar mutiara dan marjan;
[23]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[24]
Dan Dia lah yang menguasai kapal-kapal yang belayar di laut, yang kembang tinggi layarnya seperti gunung-ganang;
[25]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[26]
Segala yang ada di muka bumi itu akan binasa:
[27]
Dan akan kekalah Zat Tuhanmu yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan:
[28]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[29]
Sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi sentiasa berhajat dan memohon kepadaNya. Tiap-tiap masa Ia di dalam urusan (mencipta dan mentadbirkan makhluk-makhlukNya)!
[30]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan)?
[31]
Kami hanya akan menguruskan hitungan dan balasan amal kamu sahaja (pada hari kiamat,) wahai manusia dan jin!
[32]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[33]
Wahai sekalian jin dan manusia! Kalau kamu dapat menembus keluar dari kawasan-kawasan langit dan bumi (untuk melarikan diri dari kekuasaan dan balasan Kami), maka cubalah kamu menembus keluar. Kamu tidak akan menembus keluar melainkan dengan satu kekuasaan (yang mengatasi kekuasaan Kami; masakan dapat)!
[34]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[35]
Kamu (wahai golongan yang kufur ingkar dari kalangan jin dan manusia) akan ditimpakan dengan api yang menjulang-julang dan leburan tembaga cair (yang membakar); dengan yang demikian, kamu tidak akan dapat mempertahankan diri (dari azab seksa itu);
[36]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[37]
Selain itu (sungguh ngeri) ketika langit pecah-belah lalu menjadilah ia merah mawar, berkilat seperti minyak;
[38]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[39]
Pada masa itu tiada sesiapapun, sama ada manusia atau jin, yang akan ditanya tentang dosanya (kerana masing-masing dapat dikenal menurut keadaannya);
[40]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[41]
Orang-orang yang berdosa dapat dikenal dari tanda-tandanya, lalu dipegang dari atas kepala dan kakinya (serta diseret ke neraka);
[42]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[43]
(Lalu dikatakan kepada mereka): "Inilah neraka Jahannam yang selalu orang-orang yang berdosa mendustakannya ".
[44]
Mereka (terus diseksa) berulang-ulang di antara api neraka dengan air yang menggelegak yang cukup masak panasnya!
[45]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[46]
Dan orang yang takut akan keadaan dirinya di mahkamah Tuhannya (untuk dihitung amalnya), disediakan baginya dua Syurga, -
[47]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[48]
(Dua Syurga) yang ada berjenis-jenis pohon dan buah-buahan; -
[49]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[50]
Pada kedua-dua Syurga itu terdapat dua matair yang mengalir; -
[51]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan.
[52]
Pada kedua Syurga itu terdapat dua macam dari tiap-tiap jenis buah-buahan (yang biasa dan yang luar biasa).
[53]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[54]
Mereka (bersenang-senang di tempat masing-masing dalam Syurga itu dengan) berbaring di atas hamparan-hamparan, yang lapisan-lapisan sebelah dalamnya - dari sutera tebal yang bersulam; dan buah-buahan kedua-dua Syurga itu dekat (kepada mereka) untuk dipetik.
[55]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[56]
Di dalam Syurga-syurga itu terdapat bidadari-bidadari yang pandangannya tertumpu (kepada mereka semata-mata), yang tidak pernah disentuh sebelum mereka oleh manusia dan jin;
[57]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[58]
Bidadari-bidadari itu (cantik berseri) seperti permata delima dan marjan.
[59]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[60]
Bukankah tidak ada balasan bagi amal yang baik - melainkan balasan yang baik juga?
[61]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[62]
Dan selain dari dua Syurga itu, dua Syurga lagi (untuk menjadi balasan bagi golongan peringkat yang kedua);
[63]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[64]
Kedua-duanya menghijau subur tanamannya;
[65]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[66]
Dalam kedua-dua Syurga itu terdapat dua matair yang terus menerus memancutkan airnya:
[67]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[68]
Pada keduanya juga terdapat buah-buahan, serta pohon-pohon kurma dan delima,
[69]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[70]
Dalam kedua-dua Syurga itu juga terdapat (teman-teman) yang baik akhlaknya, lagi cantik parasnya;
[71]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[72]
Ia itu bidadari-bidadari, yang hanya tinggal tetap di tempat tinggal masing-masing;
[73]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[74]
(Bidadari-bidadari itu) tidak pernah disentuh sebelum mereka oleh manusia dan tidak juga oleh jin;
[75]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[76]
Penduduk Syurga itu (bersenang-senang di dalamnya dengan) berbaring di atas (bantal-bantal dan) cadar-cadar yang hijau warnanya serta permaidani-permaidani yang sangat indah.
[77]
Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?
[78]
Maha Sucilah nama Tuhanmu yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan.


*Thanx for reading. Till then we stop here. Assalamualaikum readers/bloggers

Monday, September 3, 2012

*Warkah buatmu Adam, bila Muslimah jatuh cinta*

Assalamualaikum =)

Buat tatapan mu Adam..

Warkah buatmu kaum Adam,
Penulisan ini bukan kerana nama,
Malah bukan kerana harta,
Tetapi hanyalah semata-mata kerana Rabbuna,
Bukan sekadar coretan bahasa tetapi untuk meluahkan rasa,
Setiap mahkota hati wanita pasti akan disinggahi perasaan ini,
Namun, cuma ia berbeza dari kaca mata seorang wanita dengan seorang muslimah,
Tindakan, perilaku dan bicaranya berbeza,
Jika mata hati yang diguna, temuilah kau akan perbezaanya bila mana wanita jatuh cinta,
Berbanding muslimah yang bergelar mukminah sejati sedang jatuh hati.Warkah buatmu kaum Adam,
Aku tidak tahu apa yang terbentang di fikiranmu,
Aku tidak tahu apa yang berkisar di dadamu,
Namun janganlah kau memandang serong,
Dengan penulisan ini,
Kerana aku tetap dengan pendirianku,
Bertemankan ALLAH SWT menjadi saksi,
Pohonku kepada Illahi semoga kau akan membacanya,
Untuk mengetahui isi hati yang terlipat halus di benak naluri,
Di hati kecil seorang insan bernama muslimah.
Semoga diri ini menjadi mukminah.Wahai Adam,
Ketahuilah……..
Di saat kau membaca warkah ini,
Aku telah pun membawa diri dengan langkah yang sejauh-jauhnya darimu,
Di saat kau membaca warkah ini,
Adalah amat mustahil untuk engkau menemukan ku semula,
Bahkan mungkin aku bakal lenyap dan lesap daripada pandangan mata mu buat selamanya,
Kecuali setelah dengan izinNya,
Hati ku terawat dengan balutan luka yang diikat dengan seerat-eratnya,
Mungkin tidak akan pernah terbuka lagi ikatan ini,
Untuk menghadirkan engkau di sudut hati,
Maka dengan perlahan-lahan aku bakal muncul,
Menjadikan kau sebagai teman seperjuangan seperti lazimnya.Wahai Adam,
Ketahuilah……….
Di saat kau membaca warkah ini,
Air mata ku jatuh perlahan-lahan dalam menahan sebak yang menikam-nikam perasaan,
Membasahi kelopak mata yang kering dengan air salju,
Begenang dan terus bergenang sambil jari-jemari ku melayarkan penulisan ini,
Bergelinangan, berguguran dan kini air peraduan ini yang menjadi peneman…..
Namun ketahuilah…..
Setitis demi setitis air mata ini,
Menjahit lubang-lubang kecil yang terluka di sudut perasaan,
Biar meninggalkan bekas pada hati ku yang terkesan,
ALLAH SWT masih di sisiku,
Dengan air mata ini DIA mengubat pedih-pedih di jiwa,
Tatkala ku lantunkan zikir-zikir memuja namaNya,
Kerana itu aku kuatkan azam dan semangatku,
Melukiskan cinta dalam diamku,
Berakhirnya warkah ini aku tuliskan untukmu.
Warkah khas buatmu.
Wahai Adam,
Ketahuilah bezanya perempuan dengan muslimah,
Ketahuilah bezanya permata yang disimpan di balang kaca itu,
Berbanding dengan kaca yang bersepah di lantai,
Walaupun hakikatnya nampak sama,
Tetapi jauh sekali istilah dan fikrahnya berbeza,
Namun ketahuilah wahai makhluk pembimbing ciptaan ALLAH,
Tetap ada bezanya antara CINTA seorang wanita,
Yang sekadar bergelar perempuan,
Berbanding salju sakinah bernama muslimah.
Wahai Adam,
Ketahuilah bezanya cinta mengikut fitrah dengan cinta yang berhulu, berpandukan nafsu yang serakah,
Ketahuilah telah ku cuba sebagai muslimah memendam rasa,
Mengalirkan cinta dan hati ini mengikut aliran yang sepatutnya,
Namun hati kecil ini amat mudah tersentuh dan amat rapuh saat disentuh,
Sedangkan Saidatina Khadijah sendiri melamar Rasulullah saw,
Maka, menurut ku wahai Adam, salahkan aku berbuat begini?
Untuk menyampaikan hasrat yang terpendam di sudut hati?
Namun jangan kau khuatir..
Penulisan ini hanya sekadar coretan,
Penulisan ini hanya sekadar lembaran,
Aku sekadar wakil, perantara,
Bagi hati-hati muslimah yang berada di luar sana,
Menyampaikan larut-larut bacaan makhkota hati seorang insan,
Yang tatkala ini sedang mendambakan kasih yang tak kunjung datang,
Yang tatkala ini sedang cuba menanam cinta Illahi dalam hati,
Menyemai mawaddah usrati jannati,
Kerana dia tahu ALLAH SWT berada disisi,
Berbicara dengannya tatkala solat, doa, zikir sebagai penawar hati.
Namun, harus kau tahu bila mana muslimah jatuh cinta,
Dia tidak akan pernah sesekali membutirkan bicara,
Mengenai rasa yang dipendamkannya,
Malah, mahu kau tahu kenapa wahai Adam?
Kerana jauh di dasar qalbu,
Dia amat takut sekali engkau tersungkur dicedera rindu,
Dia amat bimbang sekali iman mu goyah kerana hadirnya bisikan nafsu dan iblis yang menghasutmu,
Dia amat khuatir kau hanyut dibawa bait-bait cinta palsu,
Dia amat gusar ibadah mu terganggu,
Jika langkah mu terjerumus, diseliputi kabus wahan yang menebal di qalbu,
Maka kerana itu dia mengambil keputusan,
Untuk membicarakan cinta hanya sekadar di jiwa,
Namun sesekali tidak dia akan melafazkan,
Sesekali tidak dia akan memaparkan pada mu melalui tindakan,
Kerana dia tahu hadirnya nanti,
Tidak akan mampu menghalang iblis dan nafsu untuk merajai hati,
Bimbang mungkin meruntuhkan tembok keimanan yang telah kau bina,
Bertahun lamanya sebagai jambatan menuju ke syurga.
Mahu kau tahu kaum Adam?
Bila mana muslimah jatuh cinta?
Tatkala dia tahu hatinya sudah berpaut pada mu,
Maka dia akan pelihara tawadduk sebagai perisai mutiara jiwa,
Tatkala dia tahu hatinya sedang diikat dengan simpulan cinta,
Tidak sesekali matanya berani menatap pandangan matamu,
Biarpun pada semua muslimin dia melakukan hal ini,
Kerana telah tersusun letaknya muslimah harus menjaga pekerti sebagai perhiasan dunia.
Namun padamu, dia lebih malu,
Namun pada mu, dia lebih kaku,
Dia bimbang jika panahan syaitan menusuk dari mata ke mata,
Maka dia menundukkan pandangan matanya,
Pada mu sangat sukar untuk dia mulakan bicara,
Diam lebih bernilai daripada berkata perkara yang lagha,
Jika kau melangkah setapak mendekatinya,
Maka akan digerakkan seribu langkah berusaha gigih mahu menjauhi mu,
Mahu tahu kenapa dia melakukan hal ini wahai Adam?
Kerana dia mahu memelihara iman mu,
Kerana dia mahu menjaga pandangan mata mu,
Mana mungkin dibiarkan engkau diselebungi dengan debu dosa akibat zina mata,
Kerana dia mahu kau menjaga bicara mu,
Mana mungkin dia membiarkan engkau memulakan bicara dusta tatkala hati diseliputi cinta.
Dia mahu kau hanya melontarkan ilmu berfaedah,
Menggunakan akal, bukan bicara berpandukan nafsu yang serakah,
Dia mahu kau menjaga lidah yang hanya basah melantunkan zikir tatkala atas sejadah…
Dia mahu kau menghindari diri daripada zina hati,
Kerana dia tahu wahai adam,
Adam yang sempurna akalnya, pasti banyak berdiam diri daripada berkata-kata..
Adam yang soleh hanya akan menetapkan cinta hanya pada Illahi cuma..
Dia mahu kau memelihara akhlak mu,
Mana mungkin dia membiarkan engkau mendekatinya terlebih dahulu,
Tanpa hubungan yang HALAL dan SAH,
Mana mungkin dia meletakkan dikau di tempat yang alpa,
Menodamu dengan cinta palsu dunia,
Dia tidak mahu kau menggodanya melalui jalan yang tidak diredhai pencipta,
Jika kau benar mahu menghampiri,
Menjadikan dia suri di hati,
Bukan dirinya yang harus kau dekati,
Tetapi wali sebagai pengganti.
Wahai Adam,
Saat muslimah ini cuba meyakinkan kau hanya sebagai sahabat baginya,
Saat kau sudah mula menyoal dan mencuriga,
Sebenarnya dia hanya cuba membohongi perasaan diri dan cuba mengelakkan zina hati,
Kerana dia tidak mahu merosakkan hubungan persahabatan yang selama ini terjalin keranaNya,
Hakikatnya dia cuba tidak mahu merosakkan mu dengan menjalin hubungan percintaan tanpa redhaNya,
Dia amat bimbang kau terjebak dalam perasaan suka jika benar kau juga memendam rasa,
Dia mahu melindungimu, aqidahmu dan imanmu yang telah lama dibina atas dasar taqwa.
Maka kerana itu sehingga kini dia pendam,
Cintai dikau hanya dalam diam.
Wahai Adam,
Ketahuilah muslimah ini amat sukar jatuh cinta,
Diserahkan CINTA nya hanya kepada yang Maha Memiliki CINTA cuma,
Namun, di saat kau menyentuh hatinya perlahan-lahan,
Dia sedar betapa sakitnya hati ini seperti dicucuk-cucuk duri yang tersembunyi,
Dan dia sedar betapa setiap langkah perbuatannya,
Seringkali munculnya nama mu sebagai pendorong kebajikan di hati,
Sudah berkali-kali dia memohon pada Illahi,
Supaya menunjukkan jalan yang diredhai dengan Istikarah yang dijalaninya sehari-hari,
Kau juga tahu dia melakukan istikarah ini sebagai tasbih rutin harian,
Namun baginya, kau masih tetap dalam bayangan,
Bukan wajahmu yang muncul di fikiran ini tetapi hanya sekadar nama,
Bahkan ibrah dan segala amalan murni yang kau amalkan dalam hidup,
Menjadi bekalan untuk dia mempertingkat amalan kerana ALLAH,
Kerana kau diibaratkan bagai enjin yang menggerakkan hati kecil ini untuk mencintai dirimu hanya keranaNya.
Wahai Adam, tahukah kau?
Tatkala kau juga memaparkan sedikit demi sedikit,
Mengenai corak tingkah laku mu yang seakan menyimpan perasaan yang sama terhadapnya,
Muslimah itu sudah mulai bimbang,
Tatkala kau sudah membutirkan bicara seolah kau juga mahukan dia berada di takhta jiwa,
Muslimah itu sudah menjadi risau,
Tatkala kau sudah seakan terpaut akan bait-bait butir kata hikmahnya,
Muslimah itu sudah bertambah rungsing,
Dia berasa sangat malu, menyesal dan berdosa,
Jika benar kau turut tertawan padanya,
Dia merasakan dirinya jijik dan hina di hadapan tuhannya yang Agung lagi Maha Bijaksana,
Dia bimbang iman mu goyah,
Dia risau akhlak mulia mu beransur-ansur tidak lagi bakal kau hirau,
Dia rungsing kau tersungkur dipukul badai cinta yang nyata belum HALAL buat mu dan dia.
Jika benar kau turut menyimpan rasa yang sama,
Dia mohon pengharapan dalam setiap larut doa tahajudnya,
Semoga engkau akan terus bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk mencurahkan rasa,
Semoga dirinya bukan penyebab iman mu goyah,
Semoga dirinya bukan penyebab akal mu lemah,
Tetapi sebaliknya menambah kasih mawaddah,
Dalam menuju gerbang mardathillah,
Jika benar kau sudah tertawan padanya,
Dia sudah membulatkan nekad dirinya bakal mengundur diri,
Dia rela mengorbankan cinta kerana mahu engkau menjaga hati,
Dia rela mengorbankan perasaan demi meraih CINTA hakiki, cinta Illahi,
Selangkah demi selangkah tanpa kau sedari,
Dia semakin hilang daripada pandangan,
Bukan kerana mahu menjauhkan mu,
Bukan kerana mahu mengelakkan daripada berteman dengan mu,
Namun ketahuilah..
Niat muslimah itu cuma satu,
Hanya kerana….
Mahu memelihara iman mu.
Wahai Adam,
Mahukah engkau tahu mengapa dia tidak akan ada disisi mu sebagai sahabat setelah dia menyerahkan padamu warkah ini?
Kerana dia merasakan diri ini tidak pernah layak untuk kau yang sememangnya berakhlak mulia dan sentiasa menetapkan cinta kepadaNya,
Kerana dia sudah menggambarkan perasaan malu sekiranya kau menolak perasaan ini secara sukarela,
Kerana dia sebenarnya mahu kau muhasabah diri kembali,
Mendekatkan jiwa kepada Illahi,
Tahukah kau wahai Adam?
Dia membilang doa-doa nya setiap hari dalam solat tahajud, rawatib, istikarah mahupun taubat,
Semoga iman mu akan bertambah kukuh disemai kasih CINTA DZATT ABADI yang utuh,
Namun tak akan pernah dilupakan kau dalam setiap butir doa nya,
Semoga dirimu sentiasa berada dalam rahmatNya.
Wahai Adam,
Ketahuilah,
Perbezaan-perbezaan ini…..
Di saat wanita jatuh cinta,
Dia amat mendambakan dikau juga turut mempunyai perasaan yang sama,
Dia teringin sekali kau turut tergoda dan tertawan hati padanya jua,
Namun, jika muslimah jatuh hati,
Tidak pernah sesekali dia mengharap kau bakal mencintainya kembali,
Malah dia berusaha menjauhkan diri,
Kerana mahu memelihara persahabatan kerana ALLAH yang telah terkukuh dini,
Kerana dia mahu mengelakkan daripada tercetusnya zina hati,
Kerana mahu memelihara iman mu sebagai muslim sejati.
Kerana dia mahu kau mengukuhkan CINTA mu pada ALLAH terlebih dahulu,
Sebelum menyerahkan CINTA mu pada lawan HALAL bagimu.
Wahai adam,
Ketahuilah bila muslimah jatuh hati,
Cintanya akan terisi dengan cahaya Illahi,
Disamping dia mencintaimu,
Dia turut mempertingkat cintanya pada ALLAH yang Esa.
Dia tidak akan pernah berhenti,
Memohon hajat dan mengadu kasih pada Illahi,
Semoga JIKA kau juga menyimpan perasaan suka,
Temukanlah kau dan dia dalam sebuah ikatan yang HALAL dan diredhaiNya,
Tetapi sebaliknya,
Jika kau kontra dalam rasa CINTA yang dicita-citakannya,
Dia juga tidak akan pernah berputus asa dalam berdoa,
Semoga ALLAH akan menemukan dia dengan seorang LELAKI yang sekufu dengannya..
Yang seindah akhlak dan secantik budi pekertimu,
Atau mungkin seseorang yang lebih baik daripadamu…
Sebagai serikandi hidup buatnya kelak di duniawi dan syurgawi.
Ketahuilah wahai tulang rusuk kiri,
Muslimah ini amat sukar jatuh cinta,
Bila mana hatinya sudah mulai terpaut pada mu ketika itu,
Dia tidak pernah menyatakan hasrat ini kepada sesiapa,
Dia hanya diamkan sahaja,
Melainkan hanya bergantung harap kepada Sang Pencipta,
Dia hanya menceritakan hasrat murni ini kepadaNya cuma,
Sehingglah kau membaca isi surat ini dan mengetahui petanda,
Di hati ini dia telah lama memendam rasa…..
Bila mana muslimah jatuh hati, cintanya akan bermula secara DIAM dan berakhir juga secara DIAM..

*Something to ponder*

Assalamualaikum =)

Bagaimana memilih pasangan hidup tanpa bercouple?

Masalah memilih bakal pasangan hidup, perlu diberi perhatian di awal perkenalan dengan pasangan masing-masing. Islam sangat bersifat selektif. Sebab itu disyarakkan diadakan fitrah pertunangan supaya terdapat jangkamasa yang cukup untuk mengenali pasangan. Mengenali pasangan bukanlah pada dasarnya keluar berjalan-jalan dating dan berborak tanpa batasan. Konsep lima `K’ diperkenalkan oleh Rasulullah s.a.w. iaitu “Kenal”, “Kelas”, “Kufu”, “Kasih” dan akhir sekali “Kahwin”.
KENAL 
Kita di suruh kenal/takruf pasangan terlebih dahulu bukanlah dalam istilah luaran @ fizikal semata mata. Erti kenal termasuk hati budi dan pegangan hidupnya. Untuk kenal orangnya, hati budinya, carilah orang yang boleh dipercayai agamanya merisik corak hidupnya dan juga keperibadiannya.
Terdapat kisah seorang sahabat Nabi, Umar r.a. di mana beliau bertanya kepada seorang lelaki apabila melantik seorang saksi.
“Apakah kamu kenal lelaki ini?” tanya Umar.
“Ya, saya kenal,” jawab lelaki tersebut. Umar bertanya lagi…
“Pernahkah kamu berjalan dengan saksi ini dalam musafir?” Lelaki itu menjawab tidak pernah. Umar bertanya lagi,
“Pernahkah kamu bermuamalah supaya kamu tahu setakat mana waraknya dia? Pernahkah kamu menjadi jirannya supaya kamu tahu kemana perginya dan setakat mana pergaulan, siapa keluarga dan kawan-kawannya?”
Itulah yang di namakan takruf sebenarnya dalam Islam supaya kita dapat tahu apakah pasangan itu sesuai dengan kita atau sebaliknya.. Risik merisik latarbelakang pasangan perlu dibuat untuk mengetahui sejauh manakah pergaulan dan kewarakannya.. Pada dasarnya, kita boleh kenal melalui corak kelakuan sahabat-sahabatnya yang akrab. Adalah berdosa besar jika antara kedua dua belah pihak BERBOHONG. Apabila sudah saling mengenali, TOLAK ANSUR dapat dibuat dalam apa juga perkara.
KELAS
Kita kenal tetapi kita kena bersifat pemilih supaya terjamin akhlak dan agamanya. Kelas yang dimaksudkan bukan hanya merujuk kepada golongan yang berkelulusan agama, berjanggut dan berserban sahaja. Kelas yang baik adalah golongan yang mengamalkan ajaran agama kerana golongan ini akan menghormati pertalian perkahwinan. Mereka yang ada kefahaman dan penghayatan Islam akan memegang perkara asas dalam Islam, sentiasa ‘alert’, sanggup MENERIMA TEGURAN dan MEMBERI TEGURAN dan saling bersifat ‘MEMBINA’ untuk menjaga akhlak dalam Islam.
KUFU
Kufu amat diberatkan, dari segi pendirian, pemahaman agama dan keturunan juga perlu diseimbangkan. Jika terdapat keturunan golongan atasan, wajar dia mencari keturunan yang sama supaya tidak wujud jurang yang dalam.
Begitu juga dari segi harta, ulama yang bernama Mawardi menjelaskan ia perlu di titikberatkan kerana seseorang yang datang dari keluarga miskin, sukar untuk seiring dengan keturunan kaya. Bahkan ulama yang ke belakang ini juga mementingkan tahap umur.
Memang betul, soal jarak umur diantara Rasulullah 25 dan Siti Khadijah 40 tidak wujud kerana Rasulullah , Siti Khadijah dan Aisyah mempunyai akhlak yang sempurna. Dan tidak seperti kita yg serba cetek. Malah rupa dan fizikal wanita yang cepat rosak boleh diselaraskan kesesuaian dengan suaminya bila sudah lama berumahtangga.
KASIH
Kasih bukan bermakna berkasih atau bercinta tetapi yang sebenarnya yang ditekankan ialah di antara kedua dua belah pihak lelaki dan wanita itu perlu wujud unsur-unsur kasih sebelum berkahwin. Merujuk kepada sebuah hadis……
“Tidak ada yang lebih baik bagi kedua pasangan yang berkasih ini melainkan mengakhirinya dengan perkahwinan.”
Andaikata lelaki itu berkenan kepada seorang wanita, perlulah lihat wanita itu tersebut tetapi mengikut syariat Islam. Rasulullah bersabda:
“Pergi lihat dahulu wanita itu, kalau kalau dengan melihat itu boleh menjamin kasih sayang di antara kamu.”
Kalau kawan tolong canang kata begitu dan begini amat susah juga. Sememangnya terdapat “Orang -orang yang benar benar redha dengan pasangan yang ditentukan oleh Allah tetapi pokok pangkalnya banyak terletak pada HATI kaum lelaki”.
Kalau tak berkenan, jangan dipaksa paksa hati sebab ia bukan satu permainan pondok-pondok. Kasih yang dipupuk biarlah kerana Allah kerana ia menjamin kebahagian rumahtangga.
Hadis Nabi ada menyatakan:
“Barangsiapa yang berkahwin dengan wanita kerana KEDUDUKAN ia hanya mendapat kehancuran sebagai balasan, Barangsiapa yang berkawin dengan wanita kerana KEKAYAAN, Allah menjanjikan kemiskinan. Barangsiapa yang menikahi kerana KETURUNAN , Allah akan menghina keturunanya dan Barangsiapa yang berkawin dengan NIAT BAIK dan kerana ALLAH demi menutup pandangan dan kemaluannya atau menyambung silahturrahim, Allah akan memberkati kedua-duanya.”
Keberkatan memang dititik beratkan. Apabila nawaitu/niat kita dipasakkan dengan betul. Insyallah perkahwinan akan diberkati dan di lindungi. Setiap gerak geri dan tindak tanduk mendapat pengawasan dan hidayah daripada Allah dan tidak timbul perselisihan faham.
REDHA
Redha terhadap pasangan masing-masing adalah penting. Rasulullah sering bertanya:
“Apakah kamu redha dengan pasangan ini? Kita berkahwin dengan manusia yang mempunyai unsur-unsur kebaikan dan keburukan. Tidak ada manusia yang sempurna dan apabila kita REDHA dangan pasangan bermakna kita redha dengan KEKURANGAN mereka”
“Apa yang di katakan baik bukan sekadar mengikut telunjuk isteri @ suami. Baik yang dimaksudkan sanggup mengaku kekurangan diri dan mencari jalan mengatasinya”
Istilah kufu banyak ditekankan dalam Surah AnNur: Ayat 26:
“Seorang lelaki yang tidak baik itu sesuai dengan wanita yang tidak baik dan seorang lelaki yang baik itu adalah untuk wanita yang baik.”
Istilah kufu sangat ditekankan kerana jika isteri dianggap kelas kedua, segala teguran daripada pasangan tidak boleh diterima. Jika isteri mempunyai jawatan dan pangkat besar serta tidak ada kufu, dia tidak dapat menerima kepimpinan daripada suami. Tetapi kalau ada persamaan pendirian, sikap tolak ansur dapat diwujudkan. Sebaliknya perbezaan pendapat boleh menyebabkan hubungan semakin renggang.
Misalnya seorang suami yang rapuh pegangan agama tidak mahu memantapkannya selepas berkahwin. Sikap kurang mahu ini akan menjadi tolak bengit sekiranya pula si isteri sememangnya seorang yang suka menghayati Islam dan cuba memantapkannya dari masa ke semasa. Begitu juga sebaliknya, masalah akan berlaku.
Kata sebahagian lelaki, dah dapat perempuan yang berkenan di hati nanti “AKU UBAHLAH PERANGAINYA”. Tetapi anda perlu ingat, bukan semua perempuan mempunyai hati yang lembut dan mudah di bentuk.
Keimanan dan kekuatan sikap merealisasikan Islam perlu ada pada lelaki. Perempuan yang beriman mesti mencari lelaki yang lebih kuat imannya daripadanya kerana lelakilah yang menjadi ketua keluarga….
Sebuah Kisah Yang Perlu Diambil Iktibar
Seorang sahabat, Marsat Bin Abu Marsar Al Ghanawi, seorang pemuda turut berhijrah dari Mekah ke Madinah bersama Rasulullah saw. Suatu hari Baginda Rasulullah menghantar beliau balik ke Mekah untuk membuat rundingan dengan orang Quraisy, tentang pembebasan beberapa orang Islam yang di tawan.
Sewaktu balik, Marsat bertemu kekasih lamanya, Inaq, seorang wanita yang sangat cantik dan menjadi rebutan. Inaq berjumpa Marsat dan duduk berdua-duaan kerana kedua-duanya sudah lama tidak bertemu. Marsat menolak dengan alasan dia kini berugama Islam sedangkan Inaq masih kafir dan ia membataskan hubungan.
Marsat menyuruh Inaq bersabar dan akan bertanya perihal itu kepada Rasulullah jika diizinkan oleh baginda untuk berbuat demikian. Mendengar kata kata Marsat ini, Inaq terlalu marah sedangkan selama ini dia menjadi rebutan ramai lelaki. Akibat terlampau sakit hati, Inaq telah mengupah kaki pukul Quraisy menyekat Marsat dan membelasahnya dengan teruk. Tetapi kerana cintanya yang mendalam kepada Inaq, beliau bertanya kepada Rasulullah samada beliau boleh berkahwin dengan Inaq.
Maka turunlah Surah Al Baqarah:
“Janganlah kamu berkahwin dengan orang musyrik, kerana sesungguhnya berkahwin dengan hamba mukmin itu lebih baik daripada seorang musyrik walaupun cantik.”
Credit to:CahayaIslam.net

Sunday, September 2, 2012

*Aku sedih bilamana kamu bersedih, aku lagi sedih bila.....*

Assalamualaikum =)

Kehadapan sahabat yang amat2 kusayangi.. Dulu aku juga sepertimu mencintai insan yang bernama lelaki.. kerna aku hanya insan biasa mahu di sayangi dan mahu di cintai..
Satu hari Allah menduga kita..
Segala2nya berubah sekelip mata.. Dulu pagi2 buta ada orang sms kita untuk ucapkan selamat pagi.. bila sakit kita ada tempat untuk mengadu..tapi sekarang semuanya sepi..aku dan engkau terkapai2 mencari sebuah destinasi..mencari sebuah erti hidup...
 orang yang kita sayang berubah menjadi hanya seorang kawan..
mampu kah kita?nak terus berkawan atau trus lost contact? itu pilihan kamu..itu kekuatan kamu..
mungkin caramu dan caraku berbeza.. aku hanya mampu beri pendapat di saat engkau meminta..
ketahui lah aku menyayangi mu..aku nak memberi pendapat pon serbasalah.. adakah pendapat ku dapat meredakan tangisanmu sahabat?
Percayalah sahabat.. andai itu jodohmu ia tetap jodohmu yang telah Allah catatkan untukmu di Lauh Mahfuz..kamu hanya perlu berdoa..berdoa dan terus berdoa...
jangan pernah jemu wahai sahabat...andai dia bukan jodohmu..Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik..bersabarlah..janji Allah itu xpernah Dia mungkiri...di saat2 ini kamu lebih terpelihara..tiada tempat meminta selain dari pencipta mu..binalah hidupmu yang baru kerna kamu berhak untuk mencari kebahagiaan.. namun percayalah tiada kebahagiaan yang lebih abadi dari mencintai Allah s.w.t..
binalah sebuah kehidupan yang berlandaskan keyakinan tinggi terhadapat ketentuan Illahi..
Di saat2 kesedihan dan kelukaanmu.. hatimu lebih lunak dan dekat untuk mengingati Illahi..
Di saat ini aku tahu kamu sedang mencari2 kekuatan mu..ambillah masa.carilah yang dekat..
Kamu tahu apa yang lebih dekat dengan kamu?

Dan sesungguhnya Kami (Allah dan hambaNya malaikat-malaikat yang mulia) telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, Quran [50.16] 
Cintailah yang dekat itu..sebab yang dekat itu xpernah menghampakan..

Saturday, September 1, 2012

*Masa itu singkat*


Assalamualaikum =)

Life is too short. Betul ke tidak. One's yang da mengjangkau umur 20-an akan rasa semalam baru je balik dari tadika. Semakin meningkat umur makin banyak lah tanggugjawab. Semakin banyak yang perlu dilakukan dengan sendiri. Mampu ke aku?
Untuk azam tahun ni i will be a student again! Hope my new journey will be smooth . Amin

 

Hargailah masa dengan ilmu yang bermanfaat supaya masa itu tidak di bazir2 kan.
 
Sabda Rasulullah s.a.w:
"Jika kamu berpagi -pagi, jangan menunggu ke waktu petang."

Untuk peringatan diri sendiri =)

*10 hadiah Allah di dunia untuk orang bertaqwa*

Assalamualaikum =)

Merujuk kepada bahasa Arab, taqwa itu berasal dari perkataan waqa.
Atau lebih tepat lagi ia adalah dari rangkaian kalimah waqa-yaqi-wiqoyah.
Waqa ini terjemahannya adalah memelihara.
Jadi bila dikatakan ittaqullah itu bererti hendaklah kamu ambil Allah itu sebagai pemelihara.
(maksud taqwa)


10 Hadiah Allah Di Dunia Untuk Orang Bertaqwa   
   
Kehidupan orang-orang bertakwa sangat indah dan penuh keberuntungan. Di dunia lagi Allah telah janjikan pelbagai ‘hadiah’, sebagaimana digambarkan-Nya di dalam al-Quran.

 1.        Sentiasa mendapat petunjuk
“Mereka itulah (orang-orang bertakwa) yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (Al-Baqarah: 5)

2.        Diberi penyelesaian dari masalah
“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah nescaya akan diberikan kepadanya jalan keluar.” (At-Thalaq: 2)

3.        Dipermudah segala urusan
“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah nescaya Allah akan memudahkan baginya segala urusannya.” (At-Thalaq: 4)

4.        Mendapat rezeki dari sumber tidak terduga
… dan memberinya (orang bertakwa) rezeki dari sumber yang tidak terduga.” (At-Thalaq: 3)

5.        Dikasihi Allah (dengan itu turut dikasihi malaikat dan manusia)
“Sesungguhnya Allah menghasihi orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 76)

6.        Mendapat keberkatan dari langit dan bumi
“Jika seluruh penduduk sebuah negeri itu beriman dan bertakwa, nescaya kami akan melimpahkan kepada mereka berkat dari langit dan bumi.” (Al-A’raf: 96)

7.        Mendapat keselamatan, pertolongan dan perlindungan dari Allah
“Dan kami selamatkan orang-orang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa.” (Al-Fussilat: 18)“… dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah Allah berserta (menolong dan melindungi) orang-orang yang bertakwa.” (Al-Baqarah: 194)

8.        Mendapat kemenangan
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan.” (An-Naba: 31)

9.        Terpelihara dari tipu daya musuh
“Jika kamu bersabar dan bertakwa, nescaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu.” (Ali Imran: 120)

10.    Diberikan ‘furqan’ (petunjuk untuk membezakan yang benar dan salah)
Jika kamu bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan memberikan kepadamu Furqan.” (Al-Anfal: 29)

Semoga kita menjadi salah seorang dari golongan oarng yang bertaqwa. Insyaallah. Amin.